Hiduplah dalam Perdamaian dengan Semua Orang PDF Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Tuesday, 14 September 2010 17:26

Ada suatu cerita seorang raja jaman dahulu di India yang ingin mencari apa arti damai. Ia telah mencoba menanyakannya kepada para cerdik pandai di wilayah kerajaan tetapi tidak seorangpun dapat membuat ilustrasi yang dapat diterima raja itu. Kemudian seseorang memberikan petunjuk adanya seorang tua bijak yang hidup di luar wilayah kekuasaannya yang mungkin dapat menjawab pertanyaan raja itu. Setelah bertemu, orang tua bijak itu hanya memberikan segenggam biji bijian tanaman di tangan raja itu.Tidak ingin dianggap bodoh, raja itu mengambil biji bijian itu tampa banyak bertanya. Setiap hari raja itu terus melihat biji bijian untuk mencari apa arti damai. Tetapi ia tidak menemukannya. Raja itu akhirnya menyerah dan kemudian menanyakannya kembali kepada orang tua bijak itu. Orang bijak itu mengatakan,

 

“Sama seperti biji bijian yang digunakan untuk memelihara badan kita, damai melambangkan pemeliharaan roh kita. Kalau biji bijian itu disimpan dan ditutup di kotak emas, biji bijian itu pada akhirnya akan membusuk tampa memberikan pemeliharaan kepada badan kita atau tampa memperbanyak dirinya sendiri. Tetapi jika biji bijian itu diperbolehkan untuk berinteraksi dengan berbagai unsur seperti sinar matahari, air, udara dan tanah, biji bijian itu akan berkembang biak dan segera kita akan mempunyai ladang yang penuh dengan biji bijian itu yang tidak hanya dapat digunakan untuk anda saja tetapi juga banyak orang lain. Itulah arti damai. Itu harus memupuk bukan saja rohani kita tetapi juga rohani kepada orang lain. Itu harus berinteaksi dengan berbagai unsur.” (1)

Apa arti damai bagi Mother Teresa,

“Pengorbanan untuk menjadi nyata harus berbeban, harus menyakitkan, harus mengosongkan diri. Buah dari hening adalah doa, buah dari doa adalah iman, buah dari iman adalah kasih, buah dari kasih adalah pelayanan, buah dari pelayanan adalah damai.” (2). Bagi Mother Teresa, damai hanya didapat dengan pelayanan bagi sesama manusia.

Apa arti damai bagi Santo Fransiskus Asisi. (3)

Tuhan,
Jadikanlah aku pembawa damai,
Bila terjadi kebencian, jadikanlah aku pembawa cinta kasih,
Bila terjadi penghinaan, jadikanlah aku pembawa pengampunan,
Bila terjadi perselisihan, jadikanlah aku pembawa kerukunan,
Bila terjadi kebimbangan, jadikanlah aku pembawa kepastian,
Bila terjadi kesesatan, jadikanlah aku pembawa kebenaran,
Bila terjadi kesedihan, jadikanlah aku sumber kegembiraan,
Bila terjadi kegelapan, jadikanlah aku pembawa terang,
Tuhan semoga aku ingin menghibur dari pada dihibur,
memahami dari pada dipahami,
mencintai dari pada dicintai,
sebab
dengan memberi aku menerima,
dengan mengampuni aku diampuni,
dengan mati suci aku bangkit lagi,
untuk hidup selama-lamanya.
Amin.

Santo Fransiskus ingin menjadi pembawa damai, yang artinya bagi dirinya adalah

Pembawa cinta kasih
Pembawa Pengampunan
Pembawa Kerukunan
Pembawa Kepastian
Pembawa Kebenaran
Sumber Kegembiraan
Pembawa Terang
Menjadi Penghibur
Ingin memahami
Ingin mencintai

Dari mana Santo Fransiskus dan Mother Teresa ini mendapatkan inspirasinya??

Mungkin ayat ayat ini bisa dijadikan pedoman, lihatlah Matius 25:35-40

Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku minum; ketika Aku orang asing kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit; kamu melawat Aku; ketika Aku didalam penjara kamu melawat Aku.

… Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

Lihat juga Yohanes 15:1-8

Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.

Joel HH

(1). http://www.shotokai.com/ingles/legends/what_is_peace.html

(2). kata Kata Mother Teresa, http://www.ewtn.com/motherteresa/words.htm

(3). Doa Santo Fransiskus dari Asisi, http://id.wikipedia.org/wiki/Doa_Santo_Fransiskus