Sang Jendral PDF Print E-mail
User Rating: / 1
PoorBest 
Tuesday, 14 September 2010 02:22

Saya baru saja menyelesaikan membaca buku Ignatius Loyola (1) .

Apa yang tersirat dari buku ini adalah kita tidak hanya harus menggantungkan kepada campur tangan Ilahi tetapi juga usaha manusia.  Didalam buku itu tergambar dengan jelas bagaimana ketelitian dan ketekunannya dalam mengatasi tantangan tantangan yang dihadapi pada jamannya.

 

James C. Collins & Jerry Porras dalam bukunya Built to last,  mengulas kebiasaan dari perusahaan perusahaan hebat yang didirikan sebelum tahun 1950 (2), diantaranya:

  • Citicorp                   Didirikan 1812
  • American Express     Didirikan 1850
  • 3M                         Didirikan 1902
  • Boeing                    Didirikan 1915
  • ...
  • ...
  • Walt Disney             Didirikan 1923.

Mungkin para pastur anggota Serikat Jesuit akan tersenyum dengan perusahaan perusahaan tua yang dibanggakan oleh James C Collins, karena Serikat Jesuit disetujui secara lisan oleh Paus Paulus III pada tahun 1539 yang artinya perbedaannya hampir tiga ratus tahun dengan perusahaan Citycorp yang didirikan tahun 1812. 

Apa yang telah dihasilkan oleh putra putra Serikat Jesuit?  Mungkin akan membutuhkan satu buku atau dua buku atau mungkin banyak buku untuk memuat apa yang dihasilkan oleh putra putra Serikat Jesuit.  untuk mempersempitnya, lihat saja sekolah sekolah yang didirikan oleh organisasi Serikat Jesuit, yang hanya menurut pengetahuan penulis, diantaranya adalah salah satu sekolah favorit di kotanya masing masing seperti SMA Loyola Semarang, SMA De Britto Jogyakarta, SMA Kanisius Jakarta. Dan untuk universitas di Roma, mungkin banyak orang telah mendengar Universitas Gregoriana di Roma (3). Sudah umum diketahui bahwa ordo Serikat Jesuit adalah yang paling penting dan paling aktif dalam bidang science pada abad 17 dan abad 18.  Di buku pertama dari dua buku  Poggendorffs biographic handbook of scientists, banyak anggota seperti yang disebutkan: 10 persen dari orang orang yang terdaftar adalah pastur Chatolic dan 45% diantaranya adalah Serikat Jesuit. (4) 

Mungkin anda sudah menonton film "The Passion  of the Christ" yang sampai sekarang masih menjadi perdebatan - dan yang menjadi penasihat pada film itu adalah putera putera Serikat Jesuit. (5).

Mungkin anda sudah mengenal Anthony De Mello, figur yang cukup kontroversial.  Beberapa bukunya memang bukan untuk iman Katolik tetapi beberapa pemikirannya tentang kebersamaan dalam perbedaan masih perlu diterapkan sampai sekarang.  Dalam satu bukunya ia mendedikasikan kepada ordonya Serikat Jesuit, 

"Buku ini didedikasikan kepada Serikat Jesuit yang saya begitu bangga dan begitu tidak pantas menjadi anggotanya" (6) (7) (8) (9). 

Walaupun beberapa pemikirannya memang sempat membingungkan tetapi kita juga toh diberikan pikiran sendiri yang tidak harus mengikuti pikiran romo Anthony De Mello SJ.  Tetapi beberapa sindiran atau peringatan tentang keributan, kekacauan karena perbedaan agama memang sangat pantas direnungkan dan dihindarkan karena ulah dan kesombongan manusia.

Itu adalah daftar singkat apa yang dihasilkan oleh putra putra Serikat Jesuit.

Ada cukup banyak komentar yang katanya anti terhadap agama yang terorganisasi, yang tentu saja sasaran utamanya adalah agama Katolik.  Saya betul betul tidak bisa mengerti apa maksudnya itu?  Saya tidak akan bisa membayangkan mengelola universitas Gregoriana yang telah berusia 450 tahun itu tanpa organisasi yang baik? Saya hampir tidak bisa membayangkan mengelola sekolah sekolah SMA yang bernama baik itu tanpa organisasi, yang sampai sekarang dari tahun ke tahun menduduki ranking yang terhormat dalam ujian akhir nasional dan juga sering mempersembahkan medali olimpiade.  Sekolah almamater SMA saya yang ada di Bandung tahun lalu mempersembahkan emas dalam olimpiade Komputer, International Olympiad on Informatics (IOI) ke 20 di Kairo, Mesir pada tangal 16 – 21 Agustus 2008. (10)
 
Saya percaya bahwa iman kepada Tuhan bukan hanya dalam doa doa saja tetapi juga dalam perbuatan, dalam suatu karya.  Dan untuk menghasilkan suatu karya yang baik diperlukan usaha yang terus menerus, organisasi yang baik untuk mencapainya.

Inilah salah satu butir pemikirannya,
Dalam hal-hal yang ia pikul berkaitan dengan pengabdian kepada Tuhan kita, ia memanfaatkan semua sarana manusiawi untuk mencapai sukses dalam masalah-masalah itu, dengan cermat dan efisien semaksimal mungkin seakan-akan itu tergantung pada sarana-sarana ini; dan ia percaya pada Allah dan tergantung pada Penyelenggaraan-Nya semaksimal mungkin seakan-akan semua sarana manusiawi lain yang sedang ia gunakan tak ada manfaatnya. (11)

Itu adalah nasihat yang bijak- menurut penulis.  Ada begitu banyak buku yang terlalu menekankan mukjizat  sampai sampai secara tersirat menganjurkan agar tidak memerlukan usaha manusia dalam mencapai sesuatu.  Namun di pihak lain, masih banyak orang Katolik yang tidak percaya bahwa Kuasa Roh Kudus yang menyembuhkan seseorang masih terjadi sekarang ini, dan masih banyak orang Katolik yang menganggap bahwa pengalaman pengalaman karismatik adalah tahayul atau bohong.  Penulis percaya kepada dua duanya, usaha manusia dan kuasa Yesus Kristus- yang masih terjadi sekarang ini.

Didalam buku itu diceritakan bagaimana penekanannya untuk menjadi manusia yang unggul sehingga dalam perekrutan pengikutnya yang dipentingkan adalah mutu dan bukan jumlah.  Selama masa hidupnya, Santo Ignatius terobsesi untuk menyelesaikan konstitusi atau aturan aturan organisasi.  Ini menimbulkan pertanyaan pada saya, apa pengaruh organisasi gereja pada organisasi manajemen modern dewasa ini.  Dapatkah anda membayangkan mempertahankan sebuah ordo Serikat Jesuit selama 450 tahun lebih tanpa organisasi yang baik?
 
Itulah sekilas buku tentang sang Jenderal tetapi saya hanya bercerita tentang organisasi Serikat Jesuit yang baru berumur 450 tahun lebih, masih ada lagi yang telah berumur delapan ratus tahun yang karya pelayanannya ada di Indonesia.  Tahukah anda nama ordo, atau nama organisasinya? 

Ini membuat saya heran bagaimana bisa mempertahankan sebuah organisasi sampai ratusan tahun?  Itulah jejak jejak telapak kaki Tuhan. Apakah perusahaan perusahaan yang diceritakan dalam buku Built to Last masih perlu mempelajari ordo ordo agama Katolik agar perusahaan perusahaan itu bisa mempertahankan kelanggengan usahanya- mungkin itu yang lupa dibahas oleh James C Collins di bukunya?  

Joel HH

(1).   Ignatius Loyola, Pendiri Serikat Jesus, Riwayat Hidup dan Karyanya, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.
(2).  Built to last, Random House, James C. Collins & Jerry Porras.
(3).  http://en.wikipedia.org/wiki/Pontifical_Gregorian_University
(4).  http://www.springerlink.com/content/q154746876378895/fulltext.pdf?page=1
(5).  http://en.wikipedia.org/wiki/The_Passion_of_the_Christ
(6).  http://findarticles.com/p/articles/mi_m2065/is_2_51/ai_56063940/pg_3/?tag=content;col1
(7).  http://www.ewtn.com/library/CURIA/CDFDEMEL.HTM
(8).  http://id.wikipedia.org/wiki/Anthony_de_Mello
(9). http://petrus2009.multiply.com/journal/item/33/Bahaya_Tulisan_Anthony_de_Mello_SJ
(10).  http://www.olimpiade.org/Forum/viewtopic.php?p=9349.
(11).Ignatius Loyola, 263-264